CeritaBokep Indonesia - Cerita Selingkuh Hot Dengan Tetangga Nikmat Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang ibu hanya 5 tahun, dia 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah peristiwa itu, yang tak pernah kusangka-sangka sebelumnya. Peristiwa yang akhirnya mengubah diriku 180 derajat. ngentotselingkuh dengan istri tetangga yang cantik, bokep jepang ngentot sama istri tetangga yang hot, video bokep istri tetangga kontrakan colmek video, bercinta dengan istri tetangga bokepjepang info, istri bos keenakan dientot di kamar mandi indocin site, check in dengan istri tetangga video bokep online Cerita Dewasa Bercinta Dengan Anak Tetangga Saat Ortunya Pergi Sayajawab belum Cerita Sex Dewasa Terbaru, Cerita Ngentot ABG, Cerita Mesum Dengan Janda,Cerita Memek ABG Anak-anak, Cerita Hot Dengan tetangga, cerita terpanas dengan selingkuhan, cerita pemerkosaan hangat Tapi mana mau dengar Ada Sesuatu Dengan BU RW Biasanya kembang disuatu kompleks adalah seorang gadis SMU ato kuliah yang memang lagi mekar ceritaseks selingkuh ngentot istri tetangga yang menatap seekor anak kelinci saya suka bilang ke mas aries tapi foto hot abg foto bugil abg bispak dan tante girang dan istri selingkuh dan ada juga foto memek besar kontol besar dan cerita dewasa panas hot bagi yang belum dewasa silahkan, cerita mesum terbaru dengan istri orang selesai di CeritaBokep Indonesia - Cerita Hot Selingkuh Dengan Tetangga Yang Sangean Namaku Radi Umurku masih 19 tahun aku tinggal di Bandung. Aku tinggal di komplek Perumahan disitu dihuni banyak sekali keluarga termasuk yang satu ini Tetanggaku Seorang Suster Rumah Sakit. Dia sudah mempuyai suami dan anak mereka adalah keluarga yang harmonis sampai Akumempunyai tetangga baru, sepasang suami isteri dengan satu anak yang masih bayi. Suaminya seorang pelaut (anak buah kapal) dan isterinya ibu rumah tangga. Pada awalnya aku tidak terlalu peduli dengan kehadiran tetangga baru itu, walaupun ketika mereka datang memperkenalkan diri ke rumah aku sedikit terpukau dengan sang isteri yang punya body seksi dan montok. qyEG. maaf agan.. agan… nich kisah nyata dan baru kali pertama pingin meramaikan di situs semprotKenalkan nama aye sebut aja adi… cerita kita awali dari pertama kali cewek tetanggaqu yg bernama dini lumayan bahenol juga curhat mengenai kondisi rumah tangganya ke aq, Saya sebagai teman berusaha membantu supaya memberi solusi yang terbaik sehingga dini semakin dekat ma aq dan sering telpon yang yang akhirnya berujung pingin ketemu dan janjian di itu kita janjian meluncur ke sebuah motel yang ada dikenjeran, dan sebelum tiba dikenjeran kita mampir disebuah Indomaret untuk membeli makanan dan minuman sehabis itu perjalanan kita lanjutakan ke tempat tujuan. Sesampai disana kita cari kamar dan daftar dipetugas diminta serahkan KTP dan diberilah kunci didapat tu kunci qu meluncur ke kamar tersebut dan ku buka kamar sepeda motor jg kita masukkan ke kamar juga. Selesai kamar kita kunci dan mulailah aku mencium pipinya lalu qu cium bibirnya ampe qu lumat habis bibirnya dan dini sangat agresif sekali membalas ciuman bibir ane, setelah itu ane buka bajunya dan menyembulalh susu ukuran BH cukup 34B cukup lumayan besar juga gan…dmulailah qu elus dari dalam bh dan sidini mendesah-ndesah ke enakan. Setelah itu Bh dan celana dalam si DIni di buka semua jadinya bugil kelihatan memeknya yg tanpa rambut dan susunya yang montok. Mulailah aq beraksi untuk menciumi pipi, bibir yang akhirnya turun ke susunya yang dah nampak berdiri tegak sesekali tanganqu turun kememeknya dan qu masukkan 2 jari kemeknya yang udah basah juga qu gosok-gosok itilnya sehingga sidini mengerang ke aq buka baju dan celana dalamqu sehingga nampaklah kontolqu yang udah tegak berdiri menantang dan begitu sigapnya sidini setelah tahu kotolqu berdiri didepannya dikocok-kocoklah kontol aye sambil berbisik kontol kamu besar banget paaa dari pada punya suami aqu. Setelah itu dikulumlah kontol aye ampe aye melek merem si dini samapai kelojotan habis susu qu plintir, juga ku emut ampe mendesah ach…ach trus paaa nikmat banget bercinta ma papa qu jg sigap bilang yaa maam qu jg senang banget bercinta ma kmu. Setelah kita puas melakukan pemanasan 15 menit si dini mengkode masukkan paa aqu dah gk tahan.. mulailah qu masukkan kontol aq ke memeknya sidini dan dia bilang aduh paa pelan-pelan kontol papa besar sich punya suamiqu ja gak sebesar papa…setelah batang kontolqu masuk ke memek si dini semua mulailah qu kocok maju mundur dan si dini mendesah.. ndesah… ayoo paa kontol papa nikmat banget, koncokan mulai ku percepat yang akhirnya sidini mengerang-ngerang ke enakan ach… ach… ayooo paa qu mau keluar kocokan kontolqu ku percepat yang akhirnya dini mengerang kieras och…och… ach… mama keluar nich seperti disiram air hangat tu kontol di dalam memeknya, karaena qu belum orgasme qu percepat kocokan dan akhirnya keluarlah sperma aq di dalam memekny si dini. selanjutnya kita bersihkan sissa sperma dimemek si dini baru kita ke kmr mandi bersihkan memek ma kontol gue lalu ketempt tidur lg dan selang 15 menit kita mulai bercumbu lagi pertama qu cium pipinya, bibirnya dan kmulai kebawah lg mimik susu yg pentilnya lg nguaceng dan selanjutnya turun kememeknya qu hisap-hisaap ampe kelinjangan paaa qu gk kuat ayoo masukin dong…selanjutnya kont5ol gue masukin ke lobang surgawi yg bukan milik bini aye, mulai ku genjot maju mundur ampe paaa qu enak paaaa bikin ane tmbh semngat meemaju mundurkn kontil aye… setelah itu aq rubah pusisi ane genjot dr belakng gan waduh nikmat buanget ampe - ampe si dini aq gak tahan paa pingin keluar…dan sodokan qu percepat habis qu jg gak tahan selanjutny6a kita keluar bareng di dalam memeknya waduh nikmat gan… kita istirahatsebentar dan bersih-bersih ke kamar mandi dan tiduran sebentar. Tidak berapa lama istirahat kontol ane ngaceng lagi gan paling 10 menit tu kita istirahat mulai qu cium kebuah dadanya yg pentilnya gi berdiri, selanjutnya turun kebaweah dan memeknya qu jilati ampe ampun… ampun merasakn nikmatnya sensasi yg belum pernah suami berikan pada dini yang akhirnya didni gak tahan pingin seceptnya kontol gue masukin jaaa… dia tuntun kontol gue masukin ke liang surganya dini dan qu genjot ampe bunyi plak plok…dia menggelinjang keenakan ach… och… och… enak paaa ayooo di percepat mama mau keluar nich, akhirnya qu percepat genjotan ane maju mundur ampe kita basah keringat dan dia mengerang keluarlah semburan dr memek dini… pa qu keluar ochhhhhhh nikmat paaaaa… hebat gan dalam waktu tempo 2 jam kita dah keluar 3 kali padahal kalau ma bini aye 1 kali jaa dah keok…gk bisa minta lg sewlnjutnya kita cabut dan bergegas pulang dan kita ulangi hal itu sampe total empat pertemuan habis bikin ketagihan gan punya rumput tetangga bikin aq bisa puas dan puas gak tahulah nich setan kali yg bikin jadi kketagihan jd cukup segini jaaa gan 100% nyata nich dri pengalaman pribadi gue moga agan… Cerita Dewasa Istri Tetangga Yang Bohay - Kisah panas yang satu ini merupakan cerpen 17+ tentang perselingkuhan dengan istri tetangga yang jarang dikasih jatah suaminya. Met membaca cerita panas ini dan salam crott. Cerita Dewasa Istri Tetangga Yang Bohay Kenalkan nama saya, Anis. Usia 38 tahun, tinggi 150 cm dan berat badan 60 kg, warna kulit coklat kehitaman serta rambut lurus. Sekitar 40 hari yang lalu, tepatnya di hari minggu sekitar jam subuh. Aku keluar rumah untuk olah raga atau berlari subuh sebagaimana yang kulakukan setiap hari minggu subuh. Namun, kali ini lari subuh yang kulakukan sangat bermakna, sebab aku ditemani oleh seorang tetangga dekat. Sebut saja namanya "Dirga". Dia adalah istri sah orang lain yang sudah memiliki 2 orang anak, tapi penampilannya masih cukup menarik. Kulitnya mulus, putih dan tubuhnya langsing. Ketika aku keluar melewati pintu pagar, secara samar-samar aku melihat sesosok tubuh dengan kaos warna hitam melekat di tubuhnya serta celana setengah panjang tergantung di atas lututnya membuka pintu rumahnya lalu mengikutiku. Aku tetap saja jalan agak cepat dan berpura-pura tidak memperhatikannya, tapi saat aku memasuki sebuah lorong, iapun semakin dekat di belakangku. Aku sangat yakin kalau Dirga sengaja mengejarku untuk berlari subuh bersama. "Pak, tunggu Pak" panggilnya dari belakang, tapi aku tetap berlari, tapi sengaja kukurangi kecepatannya agar ia bisa lebih dekat denganku. "Pak Nis, tunggu donk Pak, aku capek nih, kita sama-sama aja" teriaknya dengan suara yang tidak terlalu keras. Setelah kudengar nafasnya terengah-engah karena jaraknya sudah semakin dekat denganku, mungkin sekitar 10 meter di belakangku, aku lalu berhenti menunggunya, sebab kedengarannya ia capek sekali. "Ada apa Bu, kenapa ibu mengejarku?" tanyaku sambil berhenti. "Tidak ada apa-apa. Aku hanya mengejar bapak agar kita bisa lari bersama, biar lebih santai dan kita bisa sambil ngobrol" katanya dengan nafas terputus-putus karena kecapean. Setelah Dirga berada di samping kiriku, kami lalu lari bersama, tapi kali ini tidak terlalu kencang, bahkan terkesan lari-lari kecil, yang penting tubuh kami bisa bergerak-gerak sehingga terkesan berolahraga pagi. "Ngomong-omong, apa ibu juga secara rutin lari subuh setiap hari minggu?" tanyaku pada Dirga sambil berlari kecil. "Nggak kok, cuma kebetulan kudengar pintu rumah bapak terbuka dan kulihat bapak keluar berpakaian olah raga, sehingga tiba-tiba aku juga tertarik untuk menyegarkan tubuh dan menghirup udara subuh" jawabnya. "Kenapa Nggak sekalian keluar sama suami ibu atau anak-anak ibu?" tanyaku lagi sambil tetap berlari. "Anu Pak, suami saya itu baru saja pulang dari jaga malam, maklum kerjaan satpam jarang sekali bermalam di rumah" jawabnya santai. Kebetulan suami Dirga tugas malam sebagai satpam pada salah satu perusahaan swasta di kota kami. Mendengar ucapan Dirga itu, aku jadi terpancing untuk bertanya lebih jauh tentang kehidupan rumah tangganya. Apalagi kami sudah sering bicara humor. Aku sangat paham kalau Dirga orangnya terbuka, lugu dan sedikit genit. Aku merasa berpeluang besar untuk bertanya lebih banyak padanya soal hubungannya dengan suaminya. "Maaf Bu, kalau aku terlalu jauh bertanya. Jadi kedua anak ibu itu dicetak pada siang hari semua donk, sebab suami ibu jarang berada di rumah pada malam hari," kata saya pada Dirga, namun ia tetap tidak tersinggung, bahkan nampaknya ia tetap bersikap biasa-biasa saja. "Bukan pada siang hari Pak, tapi pada subuh dan pago hari, sebab biasanya suami saya pulang pada subuh hari dan langsung saja mengambil jata malamnya, apalagi dalam keadaan ia haus," katanya santai. Setelah capek, kami beristirahat sejenak di atas jembatan sambil bersandar di pagar besi jembatan. Kebetulan di atas jembatan itu, banyak orang sedang ngobrol dan membahas masalahnya masing-masing. "Bu Dir, kalau begitu waktu anda berhubungan dengan suami anda selalu singkat dan dilakukan secara terburu-buru, sebab anak-anak anda sudah mulai bangun, lagi pula suami anda sangat ngantuk" pancingku padanya. "Yah begutulah kebiasaan kami, lalu mau apa lagi jika memang waktunya yang paling tepat hanya saat itu. Sebab di siang hari, anak-anak kami pada berkeliaran dalam rumah dan tamu-tamupun yang datang harus disambut" katanya serius, tapi tetap santai. "Kalau begitu anda tidak pernah menikmati hubungan suami istri yang sebenarnya sebagaimana layaknya suami istri" pancingku lagi. "Kok kenapa tidak, kami merasa sama-sama menikmatinya. Buktinya kami punya dua orang anak" katanya serius sekali sambil memandangiku. Tanpa berhenti bicara, kami lalu berjalan lagi memutar ke jalan menuju rumah kami kembali. Aku coba memikirkan apa lagi yang dapat kutanyakan pada Dirga mengenai hubungannya dengan suaminya. Ini kesempatan emas bagiku untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang kehidupannya di atas ranjang bersama suami, sebab aku berniat membuat ia penasaran agar merasa membutuhkan sex lebih dari yang didapatkan dari suamianya. Aku sebenarnya ingin merangsang dia agar mau melakukan bersama denganku. "Bu Dir, sex itu sebenarnya melebihi dari apa yang anda lakukan bersama suami anda. Suami-Istri harus menikmati kepuasan berkali-kali minimal selama 3 jam tanpa sedikitpun rasa tergesa-gesa dan takut. Menerapkan berbagaimacam gaya dan posisi. Anda tentu tidak sempat menikmati semua itu khan?" jelas saya pada Dirga panjang lebar. "Oh yah, tapi bagaimana caranya jika suamiku tidak memungkinkan melakukan hal itu atau tidak mau melakukannya?" tanyanya serius. Nafas Dirga sangat keras kedengaran ketika ia selesai menanyakan hal itu, bahkan sempat memandangiku dengan penuh harap dan bergairah. "Sekiranya ada orang lain yang bersedia memberikan kenikmatan itu pada Ibu Dirga, apa ibu tidak keberatan menerimanya?" tanyaku lebih berani. "Orang lain siapa misalnya?" tanyanya sambil berhenti. "Sa.. Sa.. Saya misalnya. Maaf ini hanya sekedar misal Bu" jelasku sedikit khawatir kalau-kalau ia tersinggung dan memarahiku. "Be.. Betulkah ucapan bapak itu? Mana bapak mau sama saya" ucapannya. "Boleh saja terjadi jika memang hal itu sama-sama dibutuhkan, apalagi terhadap wanita cantik lagi muda seperti ibu Dirga ini" ucapku sambil tersenyum memandangi wajah ibu Dirga yang bertubuh langsing itu. "Ha.. Ha.. Ha, bisa aja bapak ini. Gombal ni yee" katanya terbahak. "Betul Bu. Aku serius. Aku tidak main-main nih.." kataku tegas. Mendengar ketegasanku itu, Ibu Dirga tersentak kaget dan tiba-tiba meraih tanganku lalu mengajakku berhenti di pinggir jalan. Sambil kami berhadap-hadapan dengan jarah sekitar 2 jengkal. Dirga lalu berkata "Bila ucapan bapak itu benar dan serius, akupun serius dan bersedia. Tapi bagaimana caranya Pak agar perbuatan kita lebih aman?" tanyanya. "Suamimu biasanya bangunnya jam berapa?" tanyaku lebih mengarah lagi. "Biasanya jam atau siang" jawabnya serikus sekali. "Kebetulan sekali istri dan anak-anakku mau pulang kampung membesuk keluarga. Mungkin jam sore baru balik. Bagaimana kalau ibu bilang sama anaka-anaknya bahwa ibu mau ke pasar, lalu ibu masuk ke rumahku?" tawaranku lebih lanjut. "Oke, tunggu saja Pak. Sebentar aku akan masuk dari pintu belakang rumah bapak biar tidak ada yang melihatku" katanya berbisik. Setelah kami sepakat, kami lalu berpisah dan lewat jalan yang berbeda agar tetangga tidak curiga pada kami, apalagi sudah jam menit. Hanya sekitar 5 menit setelah aku masuk ke rumah, pintu belakang rumah kelihatan terbuka dengan pelan. Ternyata Ibu Dirga menepati janjinya. Ia masuk dengan pelan tanpa mengganti pakaian yang dipakainya tadi. Hanya saja bau tubuhya terasa lebih harum menyengat di hidungku. "Bu, adakah yang melihat ibu ke sini?" tanyaku setelah aku menutup dan mengunci pintu depan dan belakang. "Tidak ada Pak. Suamiku masih tertidur nyenyak dan anak-anakku lagi main di luar dengan teman-temannya. Aku mengunci pintu dari luar" katanya sambil jalan menuju tempat tidurku. Setelah kami duduk berdampingan di pinggir tempat tidur, kami sempat bertatapan muka tanpa sepata katapun sejenak. Namun, karena kami sudah saling penasaran dan saling terbakar nafsu, maka kami lalu segera berbalik arah sehingga kami saling berhadap-hadapan dengan jarak yang dekat sekali. Karena dekatnya, maka nafas Dirga terasa menyapu hidungku yang membuat aku sedikit gemetar. "Ayo Bu kita mulai permainannya" pintaku sambil kuulurkan kedua tanganku untuk meraih kedua tangannya. "Terserah bapaklah. Aku turuti saja kemauan bapak" katanya sambil menatap wajahku. Mula-mula aku menyentuh kedua tangannya, lalu naik ke lengan, bahu, leher, pipi dan telinganya sampai mengelus-elus rambut dan dagunya. Dirga hanya diam menerima perlakuanku. Namun setelah kedua tanganku merangkul punggungnya dan mencium pipi dan bibirnya, iapun mulai bergerak membalasnya, sehingga kami saling berpagutan dan mengisap. "Boleh saya masukkan tanganku Bu?" tanyaku sambil menyelusupkan kedua tanganku masuk di balik kaos yang dipakainya dan secara perlahan menembus masuk di balik BH tipis yang dikenakannya. Dirga hanya mengangguk sambil merangkulku dengan keras dan merapatkan tubhnya di tubhku, sehingga terasa hangatnya di dadaku. "Boleh kubuka pakaiannya Bu?" tanyaku lagi setelah puas memainkan kedua payudaranya dari dalam pakaiannya. Ia lagi-lagi hanya mengangguk dan melonggarkan rangkulannya guna memudahkan aku melucuti pakaiannya. Setelah kaos dan BH yang dikenakannya semuanya terlepas dari tubuhnya, aku sejenak melepaskan rangkulan dan pagutan untuk memperhatikan indahnya bentuk tubuhnya yang telanjang, terutama kedua payudaranya yang tergantung di dadanya. Aku sempat terperangah ketika menyaksikan kedua payudaranya yang sangat putih dan mulus, bahkan ukurannya cukup sederhana dan masih keras seperti belum pernah terjamah saja. Maklum kedua anaknya tidak pernah menetekinya, sebab keduanya sejak lahir memang dibiasakan meminum air susu kaleng dengan botol. Setelah puas memandanginya, aku segera meraih kedua bukit kembarnya dan menyerangnya secara bergantian dengan mulutku. Kuhisap putingnya berkali-kali agar ia cepat terangsang. Dirga hanya bergelinjang dan berdesis. "Aduh, cepat buka Pak, aku sudah tidak tahan nih. Ayo Pak" pintanya berkali-kali, namun aku sengaja tidak peduli ucapannya. Bahkan aku semakin mempercepat isapanku pada teteknya, lehernya, pusarnya dan seluruh tubuh telanjangnya. "Ayo donk Pak, buka cepat pakaiannya, aku sudah tak tahan" pintanya lagi. Kali ini kubuka bajuku lalu celana panjang yang kupakai berlari tadi. Setelah tersisa hanya celana kolorku saja, aku lalu menurunkan celana setengah panjang yang dikenakannya, sehingga kami sama-sama setengah bugil. Kami saling berpelukan dan bergulingan di atas kasur sambil saling meraba seluruh tubuh. Setelah itu aku mengangkanginya, lalu menelanjanginya setelah menelanjangi diriku. Kini kami sudah sama-sama bugil tanpa sehelain benangpun menutupi tubuh kami. "Pak, ayo dong Pak. Masukkan cepat, aku sudah ingin sekali menikmatinya biar cepat selesai" bisiknya sambil menarik tubuhku lebih dekat ke arah kemaluannya. Aku patuhi permintaannya. Aku dengan mudah membuka kedua pahanya, sehingga nampak jelas kelentitnya yang mungil berwarna merah jambu muda. Terasa sedikit basah oleh cairan pelicin yang keluar dari sela-sela vaginanya. Bulu-bulu yang tumbuh di sekitarnya cukup tipis dan rapi seolah terawat dengan baik. "Tahan donk sayang, waktu kita masih panjang. Lagi pula kan aku akan tunjukkan semua permainanku yang belum pernah ibu rasakan" pintaku sambil meraba-raba dan sesekali menusuk-nusuk dengan telunjuk pada lubang yang sedikit menganga di antara kedua pahanya itu. "Boleh kucium dan kujilat inimu Bu?" tanyaku sambil mendekatkan kepalaku ke selangkangannya. "Terserah dech, tapi jangan lama-lama, sebab aku semakin tak tahan lagi" katanya pasrah. Dirga bergelinjang kuat. Pantatnya terangkat-angkat ketika aku menusuk-nusukkan lidahku ke lubang kemaluannya, apalagi saat aku menggigit-gigit kecil kelentitnya yang agak keras dan kenyal itu. Ia semakin berdesis dan setengah berteriak akibat perlauanku yang mengasyikkan itu. Ia sangat menikmatinya, bahkan menekan kepalaku lebih dalam lagi. "Boleh kumasukkan sekarang Bu?" tanyaku meski aku yakin ia sangat mendambakannya dari tadi. Secara berlahan tapi pasti, ujung kontolku mulai menyentuh kelentitnya lalu bergeser mencari lubangnya. Setelah ketemu, sedikit demi sedikit mulai menyelusup masuk. Bahkan ketika masuk separoh, aku berniat berlama-lama disiti, tapi dasar wanita yang sudah sangat penasaran, maka ia segera menarik punggungku dan mengangkat tinggi-tinggi pantatnya, sehingga kontolku amblas seluruhnya tanpa bisa lagi kukendalikan. "Aahhkkhh.. Uukk.. Hhmm.. Eeanaakk.. Sesekaali. Teerus Pak, ayoo.. Gocokk.. Llrr.. Hh.. Aauuhh" itulah suara yang sempat dikeluarkan dari mulut Dirga ketika gocokan kontolku semakin keras dan cepat. Ia bagaikan orang kehausan yang menemukan air minum. Diteguknya keras-keras dan napasnya seolah terputus sejenak menahan rasa kenikmatan yang kuberikan. Tanpa bicara lagi, Dirga langsung memutar tubuhnya, sehingga ia berada di atas mengangkangiku. Ia bagaikan orang naik kuda. Bunyi pantatnya sangat keras beradu dengan perutku, karena ia duduk di atasku sambil membelakangi wajahku. "Akkhh.. Uuhh.. Uuhh.. Aakkhh.." Suara itulah yang sempat keluar dari mulutku ketika kurasakan nikmatnya vagina Dirga yang menjepit kemaluanku. Ia seolah tak kenal lelah dan tak mau berhenti melompat di atasku. "Akkhh.. Buu.. Buu..' berhenti dulu donk. Kita istirahat dulu. Aku kecapean nih" teriakku ketika kurasakan ada cairan hangat yang mulai mau menyelusup keluar di ujung perutku. Tapi Dirga tetap saja bergerak dan bergoyang pinggul di atasku tanpa peduli ucapanku. Karena ia tak mau berhenti, aku segera bangkit dan berlutut sehingga ia secara otomatis nungging di depanku. Aku langsung hantam dari belakang dan menggocok keras serta cepat hingga terasa cairan hangatku sudah berada di ujung penisku. Aku sudah tidak peduli di mana mau tumpah, apa di luar atau di dalam kemaluan Dirga. Yang penting puas. "Pak, cepat donk, terus gocok dengan keras, ayohh.. Uuhh.. Aahh.. Uummhh.. Auhh" kata Dirga terputus-putus. Sedetik kemudian, Dirga berteriak sedikit keras "Aiihh.. Aakuu.. Kkeeluuaarr.. Paa" dan saat itu pula aku tak mampu mengendalikan diri, sehingga cairan hangatkupun tumpah ke dalam rahim Dirga. Apa mau dikata, nasi sudah jadi bubur. Kami saling memberi kenikmatan yang luar biasa. Pertemuan kemaluan kami terasa sangat rapat dan seolah melekat, sehingga terasa gemetar seluruh tubuh kami. Dirga langsung telungkup dan merapatkan perutnya ke kasur, sementara aku tetap menindihnya. Setelah hampir 2 menit kami tidak bergerak, akhirnya kami saling telentang puas. Namun, tiba-tiba muncul rasa ketakutan dalam hati saya kalau-kalau Dirga hamil akibat cairan kentalku masuk ke rahimnya. "Pak, terima kasih atas kenikmatan yang kau berikan. Aku sama sekali baru kali ini merasakannya. Ternyata selama ini aku belum pernah merasakan kepuasan dan menikmati sex yang sebenarnya dari suami saya. Kepuasan yang kuterima dari suami saya selama ini hanyalah semu dan.." belum selesai bicara, aku segera memotongnya dan berkata "Maaf Bu bila kenikmatan yang sempat kuberikan masih sedikit, sebab sedianya aku akan memberikan sebanyak mungkin, tapi lain kali saja, sebab aku capek sekali. Habis kita baru saja lari subuh" balasku. Setelah itu, kami saling berpelukan dan memberi ciuman perpisahan, lalu kami bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Di dalam kamar kami saling berbisik karena takut ada orang lain yang mendengar pembicaraan kami. Setelah kami berpakaian lengkap seperti semula, aku lalu membuka pintu belakang rumahku dan memeriksa kalau-kalau ada orang lain yang lalu lalang dan mencurigakan, tapi ternyata sepih. Aku masih mau tahan agar Dirga istirahat sejenak untuk melanjutkan ronde berikutnya, tapi tiba-tiba Dirga melihat jam tangannya lalu segera pamit keluar karena katanya sudah pukul menit siang. Suaminya sudah hampir bangun. Iapun cepat-cepat kembali ke rumahnya. Besoknya kami sempat ketemu seperti layaknya tetangga dan kami pura-pura bersikap biasa-biasa saja, namun hari minggu berikutnya, kamipun kembali berlari subuh bersama, tapi kami hanya sepakat untuk mengulangi persetubuhan kalau ada kesempatan kapan-kapan saja. Aku menjanjikan tip yang lebih nikmat lagi, dan iapun setuju. Cerita 69 - Bercinta Dengan Tetangga Sebelah - Perkenalkan nama saya Kenzo berasal dari kota Surabaya, saya tinggal di salah satu komplek yang ternama di Surabaya, di komplek tersebut masih tergolong sepi dan baru saja siap di bangun. Langsung saja cerita yang saya alami ini ya pada tanggal 16 Maret 2015 ada 1 keluarga yang pindah ke komplek tersebut, pada saat itu saya di luar lagi menghidupkan mobil saya dan anak tetangga ini keluar di rumah hanya menggunakan pakaian tidur yang sangat sexy, badan putih dan memiliki postur tubuh aduhay itu dia melakukan aktifitas seperti senam pagi, sedangkan saya masih di dalam mobil sambil melihat dia senam, belahan payudarah nya itu aduhay deh kalau anda liat anak tetangga saya ini kurasa kontol anda juga tidak salah lebih kurang di tanggal 25 Desember 2015 gitu, orang tua nya keluar negeri jadi tinggal anak nya gadis nya sama anak cowok nya di rumah, pada saat itu saya juga melakukan aktifitas jalan pagi di komplek tersebut, jadi anak tetangga ini juga ikut jalan pagi di komplek saat itu kami berkenalan, sebut saja namanya Jenny dan berumur 21 Tahun ada sekitar 30 menit kami berbincang sambil jalan saat itu saya dan dia tukar nomor handphone, di malam nya itu saya telphone sih Jenny, namanya cowok ya kalau udah dapat nomor handphone cewek pastinya pengen ngobrol aja, ya pertanyaan-pertanyaan yang saya tanyakan ke dia itu hanya mengenai masalah tentang pelajaran kuliah, tetapi pada saat itu sih Jenny tanya ke saya ā€œKamu sudah punya pacar?ā€ pada saat pertanyaan ini di tanyakan ke saya, dan pas pulak saya masih jomblo.ā€œBelum punya pacar saya mah, mana ada yang mauā€ Ujar saya.ā€œKamu terlalu merendahkan diri, Kenzoā€ Ujar dia nya.ā€œJadi kamu udah makan belum?ā€ Basa–basi saya sama Jennyā€œUdah ini, soal nya di rumah ada masak, kamu udah makan Kenzo?ā€ Ujar dianya lagi.ā€œBelum ini rumah gak ada makananā€ Ujar saya.ā€œYa udah kamu ke rumah saya makan sajaā€ Ujar Jenny.ā€œGak ah Jenny, malu saya nanti adek laki-laki kamu pikir kita ngapain lagiā€ Ujar saya pura-pura tanya adik nya ada di rumah atau tidak, ya dalam hati saya sih moga-moga tidak ada adek nya di dalam supaya bisa ehm.. Ehmm deh.ā€œGak ada Jen, datang saja gpp soalnya adek saya udah keluar tadi pagi sama kawan nyaā€ Ujar nya sih dalam pikiran saya ini udah ada kesempatan untuk berdua sama dia, mana tau bisa dapat enak alias dapat bersetubuh dengan dia, sesudah percakapan saya selesai di telphone saya langsung bergegas pergi mandi dan langsung menuju ke rumah nya, sesudah di rumah nya sih Jenny membuka kan pintu wah asli putih dan bohay banget badan nya pakai celana pendek banget, payudarah nya besar banget dan bibir nya tipis munggil gitu. Jadi pada saat saya di rumah nya langsung di suruh makan dulu dan sih Jenny siap makan saya langsung bergegas ke ruang tamu sambil menonton TV, di saat itu saya melihat ada VCD yang terbuka di meja ruang tamu nya, saya lihat wah ini film bokep dalam pikiran saya wah ini cewek anak maen juga di bawah meja nya ada dildo pulak itu. Sih Jenny nampak nya buru-buru keluar dari kamar mandi dan terlihat saya lagi memegang VCD bokep yang tadi nya lagi di tonton nya.ā€œJenny kamu hobby juga nonton bokep ya?? Hayooā€ Ujar saya.ā€œNg.. Akk ah.. Asal-asal aja kamuā€ Ujar sih Jenny dengan muka merah.ā€œYah kalau kamu hobby jujur saja, saya juga hobby nonton bokep kokā€ Ujar saya sambil senyum nakal,ā€œIya saya hobby nonton begituan, soalnya bosen di rumah sendiri sihā€ Ujar sih Jenny dengan muka makin merah.ā€œTerus ini dildo? Apa ini? Sering di maenin juga?ā€ Ujar saat saya memegang dildo nya itu nampak nya baru selesai di gunakan sama sih Jenny soalnya basah banget dildo nya.ā€œAh kamu ini Kenzo, ya gak seru kalau nonton bokep tidak di temenin itu maā€ Ujar sih Jenny sambil senyum nakal pikiran saya wah ini cewek mantap juga, jadi saya ajak sih Jenny duduk di karenakan dia masih berdiri dan melihat saya bengong gitu.ā€œUdah duduk dong Jenny kok bengong gitu di sana, saya juga bisa buat kamu lebih puas dari dildo ini lohā€ Ujar saya sambil ketawa-ketawa.ā€œAh masa? Itu mu pasti kecilā€ Ujar sih Jenny sambil duduk di sebelah saat itu saya langsung ambil tangan dia dan masukin ke dalam celana saya dan saya hanya senyum-senyum liat dia.ā€œItu namanya kecil ya?ā€ Ujar saya.ā€œBesar juga ya Kenzo.. Heheheā€ Ujar sih Jenny sambil dengan muka penasaran pada saat itu langsung saya rangkul sih Jenny dan langsung dengan nafsu nya buka baju yang di pakai, termasuk sangat gampang buka nya dari belakang buka dan jreng sudah terlihat semua, di saat itu juga baju sama celana nya terbuka semua dan dia dalam keadaan bugil tanpa sehelaian benang pun di tubuh nya.ā€œWahh Jenny badan kamu cantik bangetttā€ Ujar saya sambil menatap ke dua payudarah nya.ā€œAh kamu nakal benerā€ Ujar dia sambil malu-malu langsung bergegas mengisap kedua payudarah nya yang nampak masih merah jambu,ā€œUhmmm.. Uhmmmm sruppp.. Srupppā€ā€œHmmm… Hhmmm ahhhā€ Desahan sih Jenny.ā€œIsap dong kontol saya sayangā€ Ujar saya sambil dengan nafsu yang sudah memuncak, dia langsung bergegas dan kegirangan membuka celana saya dan mulut imut nya itu langsung di emut nya kontol ku ini.ā€œAhhh.. Ahhh… Ahhh bibir tipis kamu itu membuat saya nafsu bangettt sayanggg, pande banget emut nyaā€ Ujar sayaā€œDiem dong ikh bising banget di emut gitu aja dah bising apa lagi udah masukin ke memek sayaā€ Ujar saat itu juga saya langsung menggendong sih Jenny ke kamar dan di eksekusi alias di kentotin hahaha, di saat itu juga langsung saya masukan kontol saya ke memek nya yang masih merah jambu dan sangat wangi banget.ā€œAhhhhh… Ahhhhh… Ahhh honeyyy enak bangettā€¦ā€ Desahan sih Jenny.ā€œLaggiiiii honeyyy…. Ahhhh…. Ahhhhhā€¦ā€ Desahan nya lagiā€œSayanggg goyanggg nya cepat dongggā€ Ujar saya.ā€œAhhhh…. Ahhhhhh… Ahhhhh…. Ahhhh sayangggg udah mau nembaakkkkā€ Desahan sih Jenny.ā€œCepatt bangettt sayangggg… Ahhhhhhhhā€ Ujar saya lagiā€œAhhhhh… Ahhhhhh… Uhmmmmā€ Desahan Jenny dan Jenny sudah nembak tetapi saya belum nembak saya paksa terus masukin kontol saya sampai saya puasssā€¦ā€œAhhhhh.. Ahhhhh ahhhh honeyyy…. Sakittttā€ Desahan Jennyā€œAhhhhh…. Ahhhh…. Ahhh……Crottttā€ Akhirnya nembak saat itu saya cabut kontol saya dan masukan ke mulut dia dan paksa dia untuk menghisap dan memberikan kontol saya dengan mulut nyaaaā€¦ā€œAhhhh emuttt lagi sayangggā€ Sesudah 5 menit di emut nya, lemas juga saya dan saya bisik ke dia ā€œEnakan mana dildo atau kontol asli?ā€, ā€œ Enakan kontol kamu honey ahhhhā€ Desahan dia sambil memegang memek nya.