Adadua cara yang dapat anda tentukan sendiri untuk pengeraman telur. cara pertama adalah membiarkan telur pada sarangnya hingga menetas secara alami delapan bulan kemudian. tapi anda harus benar-benar yakin bahwa lingkungan sarang aman dari pemangsa telur dan suhu berkisar antara 82F/64C hingga 86F/68C. betah asaLKAN PAKAI LAMPU UVA DAN
Keuntungandari cara menetaskan telur bebek secara manual. Penetasan telur bebek secara manual biasanya terbuat dari kandang bamboo atau kardus bekas, sekam padi, selimut, kelambu, dll. Dengan teknik manual ini proses penetasan menjadi lebih dan bisa dibuat sendiri oleh siapapun. Kandang penetasan telur ini fleksibel bisa ditempatkan di dapur
2 Cara meletakkan telur. Jika Anda menggunakan mesin tetas, yang perlu diperhatikan pertama adalah bagaimana meletakkan telur di dalam inkubator. Posisi yang disarankan adalah ujung telur yang lancip berada di bawah, dan ujung tumpul di bagian atas. Sebab pada ujung telur yang tumpul terdapat rongga udara. Jika diposisikan di bawah, maka akan
Inilahcara menetaskan telur pakai lampu Wadah penetasan harus disimpan di tempat yang kedap udara untuk menghindari kehilangan suhu panas pada wadah. Inkubator meniru kondisi dan keahlian induk ayam dalam mengerami telur yang sudah dibuahi termasuk level suhu kelembapan dan ventilasi yang tepat. Cari produk Lampu UVA UVB Reptil lainnya di
penetasantelur dengan cara penetasan buatan kelebihan yang utama adalah telur yang akan ditetaskan dapat lebih banyak sesuai kapasitas mesin selain itu Kemampuan tetas dari mesin penetas dapat mencapai 80 - 90 % dari jumlah telur yang dimasukkan dalam mesin penetas, tergantung dari pemilihan telur dan pengelolaan selama proses penetasan.
jualharga alat penetas telur elektrik,jual cara membuat alat penetas telur entok,jual cara membuat alat penetas telur dari ember PROMO KHUSUS HARI INI, Sebelum Jam 17.00 WIB !, Hanya 390,000 Rp.340,000 SAJA Silakan Cek dan Bandingkan Dengan Toko Lain !.
CaraMenetaskan Telur Entok dengan Lampu termasuk dalam kategori Perawatan Hewan dan memiliki rating 0 di marketplace Tokopedia. Harga Rp 460.000,00 Beli Sekarang
MenetaskanTelur Secara Efektif & Hemat Listrik Tanpa Bolak Balik Manual Maupun Otomatis. Posisi lampu pemanas juga sangat menentukan, biasanya saya pakai di suhu 37,5 sampai dengan 37.8 Namun sayangnya kalau kita pakai settingan suhu yang terlalu dekat selisihnya ini maka kemungkinan besar lampu pemanas akan cepat putus,
waktunya[1]. Penetasan telur ayam secara buatan sepenuhnya bergantung kepada tiga hal pokok, yaitu telur tetas, mesin tetas, dan operator. Sejumlah kriteria untuk telur tetas, antara lain bentuk, berat, lama simpan, kebersihan cangkang, dan warna (gelap/cerah) salah satu alat untuk menetaskan telur adalah inkubator [1].
Menetaskantelur ayam dengan menggunakan mesin tetas kira-kira membutuhkan masa inkubasi total antara 21 - 22 hari. Suhu ruang tetas pada masa pengeraman telur ayam (18 hari pertama) diatur sekitar 37°-38°C, Sedangkan pada masa penetasan (sekitar hari ke 19-21) suhu bisa dinaikkan sedikit hingga 39°C atau tetap dibiarkan 38°C.
t6FdKo. – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menetaskan telur ayam dengan baik, seperti menggunakan beras, menggunakan lampu, dan juga kardus. Di artikel ini akan membahas gimana cara menetaskan telur ayam dengan kardus. Lalu, seperti apa prosesnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Cara Menetaskan Telur Ayam Dengan Kardus Selain menggunakan mesin tetas yang bisa kamu beli di toko, kamu juga bisa memanfaatkan barang barang di sekitarmu untuk membuat alat tetas sendiri. Adapun bahan, alat dan cara membuat mesin penetas telur dari kardus, yaitu KardusLampu 5 wattCutterKabelSaklarSekamWadah airTermostatTermometer Pertama, siapkan kardus berukuran sekitar 40x40x40 cm, kemudian buat ventilasi atas dan ventilasi bawah. Untuk ventilasi atas, buatlah lubang berukuran sekitar 6×6 cm di bagian atas kardus, sedangkan untuk ventilasi bawah, kamu cukup buat 2 lubang di kedua sisi bawah kardus dengan diameter sekitar 1 cm. Tahap selanjutnya, yaitu fitting lampu dengan menggunakan kabel, lampu 5 watt, termostat, saklar dan stop kontak. Lampu ini digunakan untuk menghangatkan telur agar tetap hangat. Agar tidak terlalu dekat, kamu bisa meletakkan lampu di tengah kardus dengan jarak sekitar 10 cm dari telur. Selanjutnya tinggal masukkan sekam setebal 3 atau 5 cm dan koran sebagai alas telur. Ukuran kardus ini bisa digunakan untuk 15 sampai 20 telur ayam. Sedangkan untuk lampu, semakin besar kardus maka dibutuhkan lebih banyak lampu. Jangan lupa taruh wadah air di pojok kardus. Pemilihan Telur Seperti yang kalian ketahui untuk menetas telur ayam membutuhkan waktu sekitar 21 hari. Ketika kamu sudah membuat alat untuk inkubasi telur, maka selanjutnya kamu perlu memilih telur yang akan diinkubasi. Beberapa kriteria telur yang baik, yaitu memiliki berat sekitar 60 gram, bentuk oval, cangkang tidak retak, memiliki umur tidak lebih dari 5 hari dan jika ada kotoran maka bisa dibersihkan terlebih dahulu. Peletakan Telur Sebelum telur dimasukkan ke dalam alat tetas, pastikan jika alat tetas berada di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung dan memiliki suhu konstan. Jika persiapan sudah siap, masukkan telur dengan posisi bagian lancip di bawah. Beri jarak antara telur yang satu dengan telur yang lain. Pengaturan Kelembapan dan Suhu Suhu dan kelembaban adalah faktor utama yang mempengaruhi penetasan. Selama penyimpanan hari pertama hingga ke 18, suhu idealnya yaitu berkisar antara 34 derajat celcius, sedangkan untuk suhu penetasan telur ayam 3 hari terakhir, yaitu berkisar 38 derajat celcius. Kamu bisa mengeceknya dengan menggunakan termometer. Sedangkan kelembaban ideal untuk 18 hari pertama, yaitu berkisar 45- 50% dan untuk 3 hari terakhir berkisar 65- 70% yang bisa kamu ukur dengan menggunakan higrometer. Penetasan Untuk cara menetaskan telur ayam pakai kardus selanjutnya, yaitu selama 17 hari kamu perlu membalik telur secara rutin minimal setiap 8 jam sekali. Setelah 18 hari, kamu tidak perlu membalikkan telur, karena telur siap menetas. Pada hari ke 21, telur akan menetas dan pada saat menetas biarkan anak ayam di dalam kardus selama 24 jam. Setelah mengeluarkan anak ayam bersihkan kardus dengan disinfektan. Referensi artikel Cara membuat pakan ayam Cara menetaskan telur ayam dengan kardus di atas bisa kamu coba untuk menetaskan telur ayam kamu tanpa perlu dierami induknya. Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh telur ayam saat membalikkan.
Ternak ayam kate sangat mudah dan menghasilkan banyak keuntungan. Ayam kate tidak perlu kandang yang besar ,berbeda dengan ayam jawa yang membutuhkan kandang yang besar. Berikut ini saya beritahukan cara menetaskan ayam kate menggunakan lampu dan bisa menjadi referensi kedepannya 1. Siapkan kardus ,lampu DOP 5 Watt ,kain bekas / jerami. 2. Pasang kain bekas / jerami pada alas kardus. 3. Pasang lampu di atas kardus kira-kira berjarak 10-20 cm dari ujung lampu ke ujung telur. 4. Tempatkan telur tepat di tengah-tengah lampu. 5. Selama masa penetasan, telur harus dibolak-balik setiap 6 atau 7 jam sekali. 6. Masa penetasan telur sekitar 21-25 hari. terjadi retakan pada telur ,jangan dibantu untuk keluar biarkan ayam tersebut keluar sendiri dari cangkang telurnya. Inilah Hasil penetasan telur ayam kate saya menggunakan lampu. Semoga bermanfaaat !
Unduh PDF Unduh PDF Inkubator merupakan cara buatan untuk menetaskan telur. Intinya, inkubator memungkinkan Anda untuk menetaskan telur tanpa ayam betina. Inkubator meniru kondisi dan keahlian induk ayam dalam mengerami telur yang sudah dibuahi, termasuk level suhu, kelembapan, dan ventilasi yang tepat. Agar berhasil menetaskan telur di inkubator, Anda perlu untuk mengkalibrasi inkubator dengan tepat dan menjaga pengaturannya tetap stabil selama periode inkubasi. 1 Cari atau beli sebuah inkubator. Anda akan membutuhkan panduan untuk tipe dan model inkubator tertentu yang akan Anda gunakan. Panduan yang diberikan di sini adalah untuk inkubator standar yang terjangkau untuk sebagian besar penghobi.[1] Karena ada beberapa tipe inkubator, penting memiliki panduan yang benar untuk inkubator yang spesifik.[2] Ketahuilah bahwa inkubator yang paling murah hanya memiliki kontrol manual. Artinya, Anda harus rajin mengecek suhu, perputaran telur, dan kelembapan beberapa kali sehari. Model yang lebih mahal akan memiliki pengaturan otomatis untuk proses tersebut sehingga Anda tidak perlu repot – meskipun masih harus setiap hari – mengecek. Jika inkubator tidak disertai buku panduan, lihat nomor seri inkubator dan nama produsennya. Cek situs produsen untuk panduan atau hubungi departemen layanan pelanggan perusahaan melalui telepon atau email untuk memperoleh panduan. 2 Bersihkan inkubator. Lap atau bersihkan debu atau kotoran yang terlihat di seluruh permukaan inkubator secara menyeluruh. Kemudian, lap seluruh permukaan dengan kain bersih atau spons yang sudah dicelupkan ke dalam larutan pemutih campurkan 20 tetes pemutih pakaian dalam 1 liter air. Gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan Anda dari pemutih dan peras kain atau spons terlebih dulu sebelum mengelap inkubator. Biarkan inkubator kering seluruhnya sebelum Anda menyalakannya.[3] Langkah pembersihan ini penting terutama jika Anda membeli inkubator bekas atau telah menyimpannya cukup lama hingga berdebu. Ingatlah bahwa kebersihan sangatlah penting. Penyakit bisa ditularkan melalui cangkang telur ke embrio yang sedang berkembang. 3Letakkan inkubator di area yang memiliki sedikit fluktuasi suhu atau tidak ada sama sekali. Kondisi ruangan yang ideal adalah 20-24 derajat Celcius. Hindari penempatan inkubator dekat jendela, ventilasi udara, atau area lainnya yang memiliki aliran atau tarikan udara.[4] 4Colokkan kabel inkubator ke dalam stopkontak. Pastikan Anda tidak mencolokkannya ke dalam stopkontak yang mudah copot, atau di tempat yang mudah dicopot anak-anak. Cek juga apakah stopkontak tersebut berfungsi.[5] 5Tambahkan air hangat ke dalam panci kelembapan inkubator. Lihat panduan inkubator untuk memastikan jumlah air yang tepat untuk ditambahkan. 6 Kalibrasikan suhu inkubator. Anda harus mengkalibrasi inkubator untuk memastikan suhu tepat dan stabil “minimal 24 jam” sebelum menginkubasi telur apa pun.[6] Pastikan untuk menyesuaikan termometer inkubator sehingga dapat mengukur suhu sekitar yang akan dicapai pusat telur di dalam inkubator. Sesuaikan sumber panas hingga suhunya berada di antara 37,2 dan 38,9 derajat Celsius 99 dan 102 derajat Fahrenheit.[7] Mengetahui suhu inkubator yang tepat sangatlah penting. Suhu yang rendah bisa membuat embrio tidak berkembang, sedangkan suhu yang terlalu tinggi bisa membunuh embrio dan menyebabkan kelainan.[8] 7Tunggu 24 jam untuk mengecek suhu kembali. Suhu seharusnya tetap berada dalam kisaran target. Jangan tambahkan telur jika suhu berubah ke luar target karena telur tidak akan menetas dengan benar.[9] 8 Dapatkan telur subur untuk ditetaskan. Sebaiknya Anda menggunakan telur yang baru berusia 7 hingga 10 hari. Peluang keberhasilan penetasan menurun ketika telur semakin berumur.[10] Jangan coba untuk menetaskan telur yang Anda beli dari supermarket. Telur yang dijual di toko tersebut mandul dan tidak akan menetas.[11] Cari tempat penetasan atau petani di wilayah Anda yang menjual telur untuk ditetaskan. Anda akan memerlukan telur yang diproduksi oleh ayam betina yang berkumpul dengan ayam pejantan, atau telurnya tidak subur. Hubungi kantor penyuluhan pertanian setempat jika Anda kesulitan mencari sumber telur. Mereka mungkin memiliki rekomendasi peternak unggas setempat. Pertimbangkan jumlah telur yang akan diinkubasi. Perlu diingat bahwa sangat jarang untuk semua telur yang diinkubasi akan menetas dan ayam spesies tertentu akan memiliki kelangsungan hidup lebih tinggi daripada yang lain. Diperkirakan sekitar 50-75% telur akan menetas, meskipun ada kemungkinan bisa lebih tinggi.[12] Simpan telur pada kardus dengan suhu 4,5 hingga 21,1 derajat Celsius 40 hingga 70 derajat Fahrenheit hingga siap diinkubasi. Putar telur setiap hari dengan menyangga dari sisi kardus yang berbeda setiap hari atau balik kardus dengan hati-hati.[13] Iklan 1Cuci tangan Anda sebelum menyentuh telur untuk diletakkan di inkubator. Anda harus selalu mencuci tangan sebelum memegang telur atau inkubator setelah membersihkan dengan disinfektan. Ini akan mencegah kemungkinan bakteri berpindah ke telur atau lingkungannya. 2Hangatkan telur subur pada suhu ruang. Menghangatkan telur akan menurunkan jumlah dan durasi fluktuasi suhu di dalam inkubator yang terjadi setelah Anda memasukkan telur. 3 Tandai setiap sisi telur dengan pensil. Tandai dengan simbol kecil pada satu sisi kemudian tandai lagi dengan simbol berbeda di sisi lain. Menandai telur dengan cara ini akan membuat Anda ingat urutan pemutaran telur.[14] Banyak orang menggunakan X dan O untuk menandai setiap sisi telur.[15] 4 Letakkan telur secara hati-hati ke dalam inkubator. Pastikan telur dalam posisi berbaring. Ujung telur yang besar harus sedikit lebih tinggi dari ujung runcingnya. Ini penting karena embrio bisa tidak sejajar jika ujung runcingnya lebih tinggi dan bisa menyulitkan penetasan, atau proses pemecahan cangkang, ketika tiba saatnya menetas.[16] Pastikan jarak antartelur sama dan tidak terlalu dekat dengan pinggiran inkubator atau sumber panas. 5 Biarkan suhu inkubator turun setelah menambahkan telur. Suhu akan turun sementara setelah Anda memasukkan telur ke dalam inkubator, tetapi inkubator akan menyesuaikannya kembali jika Anda mengkalibrasikan dengan benar.[17] Jangan naikkan suhu untuk mengimbangi fluktuasi ini karena dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan membunuh embrio telur Anda. 6Catat hari dan jumlah telur yang Anda inkubasi pada kalender. Anda seharusnya dapat memperkirakan tanggal penetasan berdasarkan waktu inkubasi rata-rata untuk spesies unggas yang ditetaskan. Misalnya, telur ayam biasanya membutuhkan waktu 21 hari untuk menetas, sedangkan banyak jenis bebek dan merak jantan memerlukan waktu 28 hari.[18] 7 Putar telur minimal tiga kali sehari. Memutar telur dan mengubah posisinya akan membantu mengurangi dampak dari fluktuasi suhu. Pemutaran juga meniru perilaku induk betina.[19] Putar telur dengan angka ganjil setiap hari. Dengan cara ini, simbol yang terlihat pada telur akan berubah setiap harinya setelah Anda memutar telur, sehingga memudahkan Anda untuk melihat apakah telur sudah diputar atau belum pada hari tersebut. Selagi Anda memutar telur setiap hari, periksa apakah ada telur yang pecah atau rusak. Pindahkan dengan segera jika ada dan buang ke tempat sampah. Pindahkan telur ke posisi yang berbeda di dalam inkubator. Hentikan pemutaran telur selama tiga hari terakhir inkubasi. Pada saat ini, telur akan segera menetas dan pemutaran tidak diperlukan lagi. 8 Sesuaikan kelembapan di dalam inkubator. Kelembapan harus berkisar antara 45 hingga 50 persen selama inkubasi, kecuali saat tiga hari terakhir yang diharapkan dapat meningkat 65 persen. Anda mungkin perlu meninggikan atau menurunkan tingkat kelembapan tergantung jenis telur yang ingin ditetaskan. Periksa tempat penetasan atau literatur mengenai spesies unggas yang tersedia.[20] Ukur tingkat kelembapan pada inkubator. Gunakan termometer bola basah atau higrometer, baca tingkat kelembapannya. Pastikan juga untuk mencatat suhu di dalam inkubator menggunakan termometer bola kering. Untuk menemukan suhu relatif antara pembacaan suhu bola basah dan bola kering, periksa grafik psikometris daring atau pada buku. Isi air di dalam panci air secara rutin. Memenuhi panci bisa membantu mempertahankan tingkat kelembapan yang diinginkan. Jika air habis, tingkat kelembapan akan turun terlalu rendah.[21] Selalu tambahkan air hangat.[22] Anda juga bisa menambahkan spons ke dalam panci air jika ingin meningkatkan kelembapan.[23] 9Pastikan inkubator memiliki ventilasi yang memadai. Harus ada bukaan pada sisi samping dan atas inkubator untuk memungkinkan udara mengalir. Periksa untuk memastikan setidaknya ventilasinya setengah dibuka. Anda harus menambahkan ventilasi setelah anak ayam mulai menetas. Iklan 1Teropong telur setelah 7 hingga 10 hari. Peneropongan telur candling dilakukan dengan menggunakan sumber cahaya untuk melihat perkembangan embrio di dalam telur. Setelah 7 hingga 10 hari, Anda akan melihat perkembangan embrio. Peneropongan memungkinkan Anda memindahkan telur dengan embrio yang tidak berkembang.[24] 2Cari kaleng atau kotak yang besarnya cukup untuk memuat sebuah bohlam. Buat lubang pada kaleng atau kotak yang diameternya lebih kecil daripada telur. 3 Nyalakan bohlam. Ambil satu telur yang diinkubasi dan pegang di atas lubang. Anda akan melihat bentuk berawan jika embrio berkembang. Embrio akan membesar ketika semakin mendekati tanggal tetas.[25] Jika telur terlihat jernih, embrio tidak berkembang atau telurnya memang mandul sejak awal. 4Pindahkan telur yang tidak memperlihatkan perkembangan embrio dari inkubator. Ini adalah telur yang tidak tumbuh dan tidak akan menetas.[26] Iklan 1Bersiap untuk penetasan. Hentikan membalik dan memutar telur tiga hari sebelum tanggal perkiraan tetas. Kebanyakan telur yang layak akan menetas dalam periode 24 jam.[27] 2Letakkan kain katun tipis di bawah baki telur sebelum telur menetas. Kain katun tipis ini akan membantu menampung pecahan telur dan benda lain selama dan setelah telur menetas. 3Naikkan tingkat kelembapan di dalam inkubator. Tingkat kelembapan seharusnya 65%. Tambahkan lebih banyak air atau spons ke dalam panci air untuk meningkatkan kelembapan.[28] 4Biarkan inkubator tertutup hingga anak ayam menetas. Jangan membukanya hingga anak ayam berusia tiga hari.[29] 5Pindahkan anak ayam yang kering ke tempat yang sudah disiapkan. Membiarkan anak ayam di dalam inkubator hingga kering merupakan hal penting. Ini memerlukan waktu empat hingga enam jam. Anda bisa membiarkan anak ayam di inkubator hingga 1 atau 2 hari lagi, namun Anda harus menurunkan suhu hingga 35 derajat Celsius 95 derajat Fahrenheit.[30] 6Pindahkan cangkang kosong dari inkubator dan bersihkan. Setelah inkubator bersih, Anda bisa memulai kembali prosesnya dari awal! Iklan Hal yang Anda Butuhkan Inkubator tanpa sirkulasi udara dengan panduan Telur subur Air hangat Spons Termometer bola basah Kalender Pensil Bohlam dan kotak atau kaleng dengan lubang Kain katun tipis Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?