No Item 1 Penguatan Pendidikan Karakter 2 1 dan 18 2 Pemahaman tentang nilai karakter 3 2,3, dan 4 3 Implementasi pendidikan karakter secara umum di sekolah 4 5,6,7,8 4 Implementasi pendidikan karakter kesiplinan 4 9,10,11, dan 12 Punyapertanyaan mengenai seluk-beluk Kurikulum Merdeka? Di sini ada jawabannya. Halo Sahabat Gurnulis, kita berjumpa kembali dengan blog pembelajaran tercinta ini ya. Kurikulum merdeka adalah bahasan yang sedang hangat diperbincangkan oleh kalangan pendidik. Sebagaimana yang kita ketahui, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Yangkedua, pertanyaan kenapa resign dari pekerjaan sebelumnya ini ditanyakan untuk menguji karakter, seperti apa karakter Anda ketika ditanya tentang perusahaan sebelumnya. Apakah Anda akan kepancing untuk curhat, untuk cerita yang jelek-jelek tentang perusahaan sebelumnya, ini juga yang dilakukan. Pembelajaranparadigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia Soalsoal Pendidikan Karakter Beserta Jawabannya. Soal-soal Pendidikan Karakter. 1. Jelaskan defenisi disiplin. Jawaban: Disiplin adalah sikap hidup dan perilaku yang mencerminkan tanggung jawab terhadap kehidupan, tanpa paksaan dari luar. Sikap dan perilaku ini dianut berdasarkan keyakinan bahwa hal itu bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Jawaban: Kata “urgensi” sendiri berasal dari bahasa latin “urgere” bentuk dari kata kerja yang berarti mendorong. Sedangkan kata “urgensi” dalam bahasa inggris ialah “urgent” bentuk dari kata sifat. Selanjutnya kata “urgensi” dalam bahasa indonesia sendiri adalah bentuk kata dari benda. Istilah urgensi sendiri menunjuk pada Salahsatunyadengan menghapus Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Kompetensi. Asesmennasional sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Contoh Latihan Soal AKM Kelas 8 SMP MTS Tahun 2021 beserta Kunci Jawabannya atauPembahasannya. Dibawah ini adalah download pdf buku saku tanya jawab kurikulum merdeka resmi kemdikbudristek ri. Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah menerbitkan buku saku yang berisi pertanyaan dan jawaban mengenai kurikulum merdeka. ContohPertanyaan Interview dan Tips Menjawab dengan Tepat. Wawancara kerja atau interview kerja merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh seseorang yang sedang mencari pekerjaan. Oleh karena itu momen ini kerap menjadi kondisi yang mendebarkan. Pertanyaan mengenai pertanyaan interview seperti apa yang akan ditanyakan kemudian Menurutpara filsuf idealisme, pendidikan bertujuan membantu perkembangan pikiran dan diri pribadi siswa, artinya pendidikan bertujuan membantu pengembangan karakter, bakat, dan kebajikan sosial manusia. Mengingat Tuhan menciptakan manusia dengan bakat yang berbeda, maka pendidikan yang diberikan harus disesuai dengan siswa, agar apa yang kKH3BK. Pendidikan karakter sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak, karena nilai-nilai moral dan karakter positif yang ditanamkan pada anak akan membentuk dasar perilaku dan pola pikir mereka di masa depan. Anak yang memiliki karakter yang kuat cenderung memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dan menjalani kehidupan yang lebih baik, serta menjadi kontributor positif bagi 20 pertanyaan tentang pendidikan karakter ​dan jawabannyaPertanyaan Apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter?Jawab Pendidikan karakter adalah proses pembentukan dan pengembangan karakter positif pada individu, seperti moral, etika, dan nilai-nilai yang baik, yang bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik dalam kehidupan Mengapa pendidikan karakter penting?Jawab Pendidikan karakter penting karena membantu individu untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membentuk kepribadian yang baik dan bertanggung Bagaimana cara melaksanakan pendidikan karakter di sekolah?Jawab Sekolah dapat melaksanakan pendidikan karakter dengan memasukkan nilai-nilai positif dalam kurikulum, seperti disiplin, kerja sama, rasa hormat, dan rasa tanggung jawab. Selain itu, sekolah juga dapat membentuk lingkungan yang positif dan mendukung pembentukan karakter Apa saja nilai-nilai karakter yang perlu diajarkan di sekolah?Jawab Nilai-nilai karakter yang perlu diajarkan di sekolah antara lain kejujuran, rasa tanggung jawab, rasa hormat, kerja sama, kesederhanaan, disiplin, keberanian, kerendahan hati, dan Apa peran orang tua dalam pendidikan karakter?Jawab Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan karakter anak, karena mereka adalah model dan teladan yang pertama dalam kehidupan anak-anak mereka. Orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai positif melalui kata-kata dan tindakan mereka Bagaimana cara mengukur keberhasilan pendidikan karakter?Jawab Keberhasilan pendidikan karakter dapat diukur melalui observasi perilaku anak, kinerja akademik, dan reaksi sosial. Jika anak-anak menunjukkan perilaku yang positif, menunjukkan kemajuan akademik, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka dengan baik, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter telah Apa hubungan antara pendidikan karakter dengan pembentukan kepribadian?Jawab Pendidikan karakter sangat berhubungan dengan pembentukan kepribadian, karena karakter positif yang terbentuk akan membantu membentuk kepribadian yang baik dan bertanggung Bagaimana cara membantu siswa untuk mengembangkan karakter positif?Jawab Guru dapat membantu siswa untuk mengembangkan karakter positif dengan memberikan contoh-contoh positif, memotivasi mereka, memberikan penghargaan, serta memberikan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang melatih karakter seperti kegiatan sosial dan pelayanan Apa peran lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter siswa?Jawab Lingkungan sekolah yang positif dan mendukung dapat membantu siswa untuk mengembangkan karakter positif. Sekolah dapat menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan untuk siswa belajar dan tumbuh sebagai individu yang bertanggung jawab dan Apa peran komunitas dalam pendidikan karakter?Jawab Komunitas dapat memainkan peran penting dalam pendidikan karakter dengan menyediakan kesempatan untuk anak-anak belajar melalui pengalaman, kegiatan, dan kebiasaan positif. Komunitas juga dapat membentuk lingkungan sosial yang positif dan mendukung, yang dapat membantu membentuk karakter positif pada Apa yang dimaksud dengan pembiasaan dalam pembentukan karakter?Jawab Pembiasaan dalam pembentukan karakter adalah kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, sehingga menjadi bagian dari kepribadian dan pola pikir Apa peran teknologi dalam pendidikan karakter?Jawab Teknologi dapat digunakan untuk membantu pendidikan karakter dengan menyediakan akses ke sumber daya pendidikan karakter online, seperti video, buku, dan game pendidikan Apa yang harus dilakukan jika siswa menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter?Jawab Jika siswa menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter, guru dan orang tua perlu bekerja sama untuk membantu siswa memahami dampak dari perilaku mereka, memberikan umpan balik yang jelas dan mendukung, serta memberikan kesempatan untuk memperbaiki perilaku Bagaimana cara membantu siswa mengembangkan rasa tanggung jawab?Jawab Guru dan orang tua dapat membantu siswa mengembangkan rasa tanggung jawab dengan memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan, memberikan tugas-tugas yang menantang dan relevan, serta memberikan kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek dan kegiatan sosial yang melibatkan tanggung Apa yang harus dilakukan jika anak tidak tertarik pada pendidikan karakter?Jawab Jika anak tidak tertarik pada pendidikan karakter, perlu diidentifikasi apa yang membuat mereka tidak tertarik dan mengapa. Guru dan orang tua dapat mencoba mendekati masalah tersebut dengan cara yang terbuka dan positif, serta memberikan contoh-contoh positif dan memotivasi anak untuk terlibat dalam kegiatan yang melatih Bagaimana cara mengajarkan rasa empati pada anak?Jawab Rasa empati dapat diajarkan pada anak dengan memberikan kesempatan untuk berbicara tentang perasaan dan pengalaman mereka, memperhatikan perasaan dan pengalaman orang lain, serta memberikan contoh-contoh positif dalam kehidupan Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karakter positif?Jawab Jika anak mengalami kesulitan dalam mengembangkan karakter positif, perlu diberikan dukungan dan bantuan yang tepat. Guru dan orang tua dapat bekerja sama untuk memberikan bimbingan, dukungan, dan sumber daya yang diperlukan agar anak dapat mengatasi kesulitan Apa yang harus dilakukan jika anak terlalu tertekan dengan harapan orang tua dalam pembentukan karakter?Jawab Jika anak terlalu tertekan dengan harapan orang tua dalam pembentPertanyaan Bagaimana cara memperkuat kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter?Jawab Cara untuk memperkuat kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter adalah dengan mengadakan pertemuan secara berkala, membagikan informasi tentang kegiatan dan program pendidikan karakter, serta melibatkan orang tua dalam kegiatan yang melatih karakter Bagaimana pendidikan karakter dapat membantu anak dalam kehidupan di masa depan?Jawab Pendidikan karakter dapat membantu anak dalam kehidupan di masa depan dengan membentuk karakter positif dan nilai-nilai moral yang kuat, seperti rasa tanggung jawab, rasa empati, kerja sama, dan integritas. Hal ini dapat membantu anak menjadi individu yang lebih mandiri, berpikiran terbuka, dan berkontribusi positif untuk masyarakat. Soal Pendidikan Karakter1. Terhadap teman berbeda agama sikap kita adalah ... Hasil belajar siswa yang harus dicapai mencakup 3 aspek, kecuali... Perilaku yang membuat kamu bisa sukses yaitu ... belajar kepada orang tua game sampai lupa waktu4. Ciri-ciri anak yang akan memperoleh kesuksesan, kecuali... beribadah belajar paling hebat hati5. Cara berfikir dan berprilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara adalah... karakter sejarah biologi ekonomi6. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain merupakan nila-nilai pendidikan karakter... Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan merupakan nilai-nilai pendidikan karakter... Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya merupakan nilai-nilai pendidikan karakter... D. Disiplin9. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan merupakan nilai-nilai pendidikan karakter... keras Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki merupakan nilai-nilai pendidikan karakter... keras Home / Soal PedagogikSoal Karakter Beserta JawabanPada kesempatan kali ini, kami akan membagikan soal beserta dengan kunci jawaban tentang pendidikan karakter yang bisa dibaca dan pahami dengan soal dibawah ini dikumpul dari beberapa pembahasan yang dimuat dari materi pendidikan karakter, selamat Soal Pilihan Ganda Karakter1. Cara berfikir dan berprilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara adalah...a. Pendidikan karakterb. Pendidikan sejarahc. Pendidikan biologid. Pendidikan ekonomi2. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain merupakan nila-nilai pendidikan karakter...a. Religiusb. Jujurc. Toleransid. Disiplin3. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Religiusb. Jujurc. Toleransid. Disiplin4. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Religiusb. Jujurc. Toleransid. Disiplin5. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Religiusb. Jujurc. Toleransid. Disiplin6. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Kerja kerasb. Kreatifc. Mandirid. Demokratis7. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Kerja kerasb. Kreatifc. Mandirid. Demokratis8. Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Kerja kerasb. Kreatifc. Mandirid. Demokratis9. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Rasa Ingin Tahub. Semangat Kebangsaanc. Cinta Tanah Aird. Menghargai Prestasi10. Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Rasa Ingin Tahub. Semangat Kebangsaanc. Kerja kerasd. Menghargai Prestasi11. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Rasa Ingin Tahub. Semangat Kebangsaanc. Cinta Tanah Aird. Menghargai Prestasi12. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Bersahabat/Komunikatifb. Cinta Damaic. Gemar Membacad. Peduli Lingkungan13. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Bersahabat/Komunikatifb. Cinta Damaic. Gemar Membacad. Peduli Lingkungan14. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Peduli Sosialb. Cinta Damaic. Tanggung Jawabd. Peduli Lingkungan15. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa merupakan nilai-nilai pendidikan karakter...a. Peduli Sosialb. Cinta Damaic. Tanggung Jawabd. Peduli LingkunganKUNCI JAWABAN / PEMBAHASAN / DOWNLOAD TANYA JAWAB TENTANG DALIL-DALIL AL QURAN SERTA TEORI-TEORI MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam Tanya Jawab Tentang pendidikan karakter bangsa serta mengkritisi kurikulum PAI sekolah Tanya Jawab Tentang Agama, Negara, dan Pendidikan Karakter Tanya Jawab tentang peran lembaga pendidikan, agama, serta agama dalam membangun karakter bangsa dan komentar atau tanggapan kritis tentang kurikulum PAI yang ada di sekolah Oleh Tim Banjir Embun 1. Jelaskan peranan lembaga pendidikan dalam membangun karakter bangsa. JAWABAN kebutuhan bangsa terhadap generasi berkarakter merupakan sesuatu hal yang sangat mendesak seiring gelombang modernitas yang semakin besar. Membicarakan tentang pembangunan karakter bangsa tidak akan pernah lepas dari pembangunan sumber daya manusia SDM. Untuk membangun SDM yang unggul melembagakan tatanan organisasi pendidikan dari tingkat pusat hingga daerah sangat diperlukan. Sehingga pendidikan secara formal yang berupa lembaga organisasi merupakan wadah yang sangat dibutuhkan untuk mencetak great generation generasi unggul. Di mana yang dimaksud dengan generasi unggul adalah generasi yang memiliki karakter positif insan kamil. Menurut pendapat William Bennett yang dikutip oleh Agus Wibowo menyatakan bahwa lembaga pendidikan memiliki perananan yang sangat penting dalam pendidikan karakter anak didik, terutama bagi anak didik yang tidak mendapatkan pendidikan karakter di lingkungan dan keluarga mereka. Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter manusia sangatlah besar, terutama dalam mendidik sumber daya manusia yang berjumlah besar dan yang bersifat heterogen majemuk. Selain itu lembaga pendidikan merupakan lembaga ilmiah sebagai tempat untuk mengkaji, memahami, meneliti, eksperimen, dan proses pembelajaran bersama-sama secara luas yang dapat dipertaggungjawabkan produk ilmunya. Dengan kata lain, lembaga pendidikan adalah tempat untuk saling mentransfer ilmu. Dengan adanya lembaga pendidikan yang berkomitmen dalam membangun karakter bangsa, semua proses dan hasil dapat dipelajari kemudian dikembangkan sesuai dengan kondisi realitas. Sehingga dapat disimpulkan tanpa adanya lembaga pendidikan maka pembangunan karakter bangsa akan berjalan dengan lambat, bahkan akan terjadi kesenjangan dan benturan karakter’ antara masyarakat elit dengan masyarakat kecil. Bisa dikatan mustahil sebuah peradaban bangsa yang memiliki nilai karakter tidak dihasilkan dari sebuah forum atau tempat yang dipusatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Sebuah peradaban maju karena adanya lembaga atau pusat lembaga yang berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan. 2. Jelaskan peranan agama dalam membangun karakter bangsa. JAWABAN pada hakikatnya tujuan utama pendidikan adalah untuk mepersiapkan generasi berikutnya dalam menghadapi kehidupan yang akan datang masa depan. Sehingga pendidik harus mampu mempridiksi kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan dihadapi oleh peserta didiknya pada masa dewasa kelak. Dari pernyataan tersebut penulis dapat memahami bahwa pendidikan agama memiliki peran penting sebagai modalitas moral dan saku bagi peserta didik, karena pendidikan umum saja yang dibubuhkan nilai-nilai karakter luhur tidak akan cukup untuk mendidik moral manusia. Karena dalam pendidikan umum tersebut tidak ada nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai kepasrahan manusia pada Tuhan, dan nilai-nilai ibadah. Dengan pendidikan umum semata manusia akan kehilangan jati diri sebagai hamba, akan menjadi manusia yang sombong dan rakus karena dapat menguasai ilmu pengetahuan tanpa nilai-nilai moral ketuhanan yang ada pada agama. Selain itu nilai-nilai moral’ yang terkandung dalam agama bisa dipastikan sangat sulit untuk berubah bahkan sama sekali tidak ada perubahan secara prinsipnya. Sedangkan nilai-nilai moral yang dibuat oleh manusia yang kemudian diformulasikan dalam aturan resmi tertulis dan tidak tertulis berupa undang-undang, norma-norma sosial masyarakat, dan nilai-nilai moral yang dilahirkan oleh media massa merupakan nilai-nilai moral yang rentan dan sangat dimungkinan untuk berubah. Mudah berubahnya nilai moral yang dilahirkan dari manusia sudah barang tentu disebabkan oleh adanya perkembangan yang terjadi pada masyarakat. Sebuah karakter bangsa bisa dibentuk secara palsu’, yaitu karakter yang lahir bukan dari kesadaran diri tapi karena keterpaksaan atau ikut-ikutan semata. Misalnya adanya intervensi militer atau aparat keamanan polisi, mereka menekan dan memaksa masyarakat untuk melaksanakan undang-undang. Jika mengindahkan akan terkena sanksi. Namun berbeda dengan nilai-nilai moral pada norma agama yang mengandung karakter positif merupakan doktrin dan ideologi yang berada dengan menetap dalam alam fikir pada setiap pemeluknya yang taat. Agama adalah kontrol yang baik untuk membentuk karakter manusia, karena pembentukan karakter yang berlandaskan agama senantiasa dilakukan dengan sadar tanpa paksaan dan bermuatan moralitas Ketuhanan. Sedangkan nilai moralitas produk manusia untuk membentuk karakter senantiasa dilakukan dengan cara-cara membubuhkan aturan-aturan yang bersifat mengikat, dan biasanya tak jarang akan terdapat sanksi atau penilaian oleh pihak lain sebagai kontrol pelaksaan dalam membangun karakter bangsa. Intervensi manusia lain dalam bentuk aturan-terjadinya superioritas dan hegemoni manusia satu dengan manusia lain, sehingga siapa yang menguasai’ ilmu maka akan bisa menguasai manusia lainnya. 3. Jelaskan hubungan negara dan agama dalam Islam. JAWABAN Pembicaraan mengenai hubungan antara negera dengan agama pada abad modern sekarang ini semakin melebar sehingga menyentuh aspek-aspek kehidupan sosiokultur masyarakat. Negara dan agama merupakan dua komponen yang memiliki kesamaan dan perbedaan satu sama lain, secara esensi dan subtantif memiliki kesamaan namun secara aplikasi praktis terjadi perbedaan-perbedaan. Walaupun perbedaan tersebut pada dasarnya masih bisa dirundingkan. Negara adalah sebuah badan atau organisasi yang memiliki wilayah kedaulatan, konstitusi, pemerintah, dan rakyat. Sedangkan agama hanya memiliki konstitusi al Quran dan Hadith, imam/amir/pemimpin, dan umat. Secara teknis al Quran tidak pernah mengatur bagi umat islam untuk memiliki daerah kekuasaan tersendiri. Walaupun nabi Muhammad sebagai kepala negara Madinah memiliki bawahan jajaran kekuatan militer untuk menjaga keamanan dan sebagai alat penegakan konstitusi, namun ada sebagian pendapat bahwa negara madinah tidak memiliki batas wilayah tertentu secara pasti. Tolak ukur batas wilayah adalah senyampang musuh’ tidak melakukan penyerangan kepada umat islam di Madinah. Sehingga di sini dapat disimpulkan bahwa agama sebagai sebuah konstitusi’ memerlukan negara untuk sebagai wadah yang aman untuk melakukan konstitusi agamanya tersebut. Di sisi lain negara sebagai sebuah power dalam jangka panjang juga membutuhkan agama’. Lalu agama untuk negara sebagai apa? Agama sebagai ideologi dan aliran kepercayaan merupakan sebuah gerakan moralitas dan pengendali alam pikiran masyarakat. Manusia sejak awal secara fitrah memiliki naluri untuk megungkan sesuatu di luar dirinya, karena untuk menciptakan rasa nyaman dan keyakinan diri ada sesuatu yang mempengaruhi atau yang mengatur hidup di luar dirinya. Sehingga wajar jika manusia jaman dulu menyembah benda alami seperti batu, pohon, matahari, bulan, dan benda-benda lain yang diciptakan oleh tangan manusia. Bentuk penyembahan diri manusia pada benda-benda tersebut diberangus habis setelah datangnya agama tauhid, yaitu agama yang hanya meyakini ada satu penguasa, satu tuhan, satu penentu hidup, satu pencipta, dan bukan tuhan yang bercabang-cabang yang memiliki tugas-tugas sendiri. Jika dihubungkan dengan manusia zaman sekarang yang meninggalkan nilai-nilai ketuhanan yang satu tauhid maka pada kenyataan zaman sekarang ini manusia telah melakukan penyembahan-penyembahan baru terhadap berapa hal. Misalnya menyembah’ produk teknologi yang canggih, menyembah’ hasil pemikiran filsafat, menyembah’ ide-ide atau teori-teori yang dianggap paling modern sebagai penantang bagi aturan’ agama yang telah lama ada. Penyembahan-penyembahan manusia zaman sekarang tersebut pada kenyataannya direstui oleh negara-negara barat, sehingga bisa dikatakan inilah agama baru yang didukung negara barat yaitu agama modernitas’. Jadi inilah bukti bahwa sesungguhnya negara pada hakikatnya membutuhkan agama, negara hanya bisa memenuhi kebutuhan fisik dan kebutuhan psikologis bagi rakyatnya. Namun negara tidak mampu bertanggung jawab atas pegangan atau ideologi rakyatnya, karena ideologi tersebu adalah agama yang hanya bisa dirasakan sendiri oleh rakyatnya. Agama di sini tidak hanya agama islam, kristen, hindu, budha, dan katolik. Namun yang dimaksud agama di sini adalah pegangan hidup atau ideologi semisal komunis, sekuler, dan demokrasi. Ketiga tersebut adalah agama baru paling modern yang mencoba ada sebagai solusi untuk agama-agama yang dianggap kuno. Pembicara-an hubungan antara agama dan negara dalam Islam selalu terjadi dalam suasana yang stigmatis. Ini disebabkan, pertama, hubungan agama dan negara dalam Islam adalah yang paling mengesankan sepanjang sejarah umat manusia. Kedua, sepanjang sejarah, hubungan antara kaum Muslim dan non-Muslim Barat Kristen Eropa adalah hubungan penuh ketegangan. Dimulai dengan ekspansi militer-politik Islam klasik yang sebagian besar atas kerugian Kristen hampir seluruh Timur Tengah adalah dahulunya kawasan Kristen, malah pusatnya dengan kulminasinya berupa pembe-basan Konstantinopel ibukota Eropa dan dunia Kristen saat itu, kemudian Perang Salib yang kalah-menang silih berganti namun akhirnya dimenang-kan oleh Islam, lalu berkembang dalam tatanan dunia yang dikuasai oleh Barat imperialis-kolonialis dengan Dunia Islam sebagai yang paling dirugikan. Disebabkan oleh hubungan antara Dunia Islam dan Barat yang traumatik tersebut, lebih-lebih lagi karena dalam fasenya yang terakhir Dunia Islam dalam posisi "kalah," maka pem-bicaraan tentang Islam berkenaan dengan pandangannya tentang negara berlangsung dalam kepahitan menghadapi Barat sebagai "musuh." Pengalaman Islam pada zaman modern, yang begitu ironik tentang hubungan antara agama dan negara dilambangkan oleh sikap yang saling menuduh dan menilai pihak lainnya sebagai "kafir" atau "musyrik" seperti yang terlihat pada kedua pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia dan Republik Islam Iran. Saudi Arabia, sebagai pelanjut faham Sunni madzhab Hanbali aliran Wahabi, banyak menggunakan retorika yang keras menghadapi Iran sebagai pelanjut paham Syi'i yang sepanjang sejarah merupakan lawan kontroversi dan polemik mereka. Iran sendiri, melihat Saudi Arabia sebagai musyrik karena tunduk kepada kekuatan-kekuatan Barat yang non-Islam. Semua itu memberi gambaran betapa problematisnya perkara sumber legitimasi dari sebuah negara yang mengaku atau menyebut dirinya "negara Islam." Sikap saling membatalkan legitimasi masing-masing antara Saudi Arabia dan Iran mengandung arti bahwa tidak mungkin kedua-duanya benar. Yang mungkin terjadi ialah salah satu dari keduanya salah dan satunya lagi benar, atau kedua-duanya salah, sedangkan yang benar ialah sesuatu yang ketiga. Atau mungkin juga masing-masing dari keduanya itu sama-sama mengandung unsur kebenaran dan kesalahan. 4. Apa pendapat saudara tentang silabi pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah seperti yang saudara lihat? JAWABAN Pendidikan Agama Islam PAI di sekolah yang sedang berlangsung belum semuanya memenuhi harapan kita sebagai umat Islam mengingat kondisi dan kendala yang dihadapi, maka diperlukan pedoman dan pegangan dalam membina pendidikan agama Islam. Ini semua mengacu pada usaha strategis pada rencana strategis kebijakan umum Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam Departemen Agama yaitu peningkatan mutu khusus mengenai pendidikan agama Islam di sekolah, peningkatan mutu itu sendiri terkait dengan bagaimana kualitas hasil pembelajaran pendidikan agama Islam pada peserta didik yang mengikuti pendidikan di sekolah. Kendala dan tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran agama Islam di sekolah antara lain karena waktunya sangat terbatas, yaitu hanya 2 jam pelajaran per minggu. Menghadapi kendala dan tantangan ini, maka guru yang menjadi ujung tombak pembelajaran di lapangan/sekolah, perlu merumuskan model pembelajaran sebagai implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP, khususnya kurikulum mikro pada kurikulum agama Islam di sekolah. Cara yang bisa ditempuh guru dalam menambah pembelajaran pendidikan agama Islam melalui pembelajaran ekstra kurikuler dan tidak hanya pembelajaran formal di sekolah. Pembelajaran dilakukan bisa di sekolah, yaitu di kelas atau di mushala. Bisa pula di rumah atau tempat yang disetujui. Waktu belajarnya tentu diluar jam pelajaran formal. Cara ini memang membutuhkan tambahan fasilitas, waktu, dan tenaga guru, tapi itulah tantangan guru yang tidak hanya mengajar tetapi memiliki semangat dakwah untuk menyebarkan ilmu di mana pun dan kapan pun. Untuk itu diperlukan koordinasi dan kerja sama yang baik antara guru dengan orang tua. Gambaran umum tentang mutu pendikan pendidikan agama Islam di sekolah belum memenuhi harapan-harapan dalam peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah yang menjadi agama sebagai benteng moral bangsa. Kondisi ini dipengaruhi sekurang-kurangnya oleh tiga faktor, yaitu pertama sumber daya guru, kedua pelaksanaan pendidikan agama Islam, dan ketiga terkait dengan kegiatan evaluasi dan pengujian tentang pendidikan agama Islam di sekolah. 1. Sumber daya manusia berupa guru. 2. Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam 3. Melakukan Evaluasi. 5. Apa yang ingin Anda usulkan tentang perbaikan pendidikan agama di sekolah-sekolah. Jelaskan alasan Anda. JAWABAN menurut Agus Wibowo berpendapat bahwa pendidikan agama yang selama puluhan tahun dianggap sebagai media efektif penginternalisasian karakter luhur terhadap anak didik pada kenyataaannya sekedar mengajarkan doktrin dan dasar-dasar agama semata. Sehingga bisa dikatakan pendidikan agama hanya untuk memberitahukan siswa apa itu ajaran-ajaran agamanya tanpa mendorong untuk melaksanakan nilai-nilai moral agama yang tersembunyi dibalik ajaran-ajaran yang tertuang di dalamnya dengan sadar dan tanpa paksaan. Dalam pendidikan agama seharusnya peserta didik tidak hanya menerima doktrin semata, namun juga harus memberikan argumen-arguman yang rasinalis dan logis. Maka inilah juga perlu adanya integrasi ilmu. Sehingga menurut penulis perlu adanya pendekatan jiwa psikologi pada peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Seharusnya pendidikan agama secara prinsip mengarahkan peserta didik kepada satu hal yaitu prinsip ketauhidan, namun secara prakter pendidik harus menyerahkan kepada peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Hal ini diperlukan karena peserta didik memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, seperti perbedaan mazhab, organisasi, partai, dan perbedaan doktrin-doktrin selain agama yang sudah tumbuh dalam lingkungan dan keluarga peserta didik. Sehingga bisa dikatakan bahwa pendidikan agama secara praktek harus diserahkan pada peserta didik karena sifat peserta didik yang heterogen majemuk. Kendati satu madzhab pun, misalkan mazhab Syafi’i namun setiap peserta didik memiliki doktrin-doktrin dan fanatisme lainnya misalnya adanya pengaruh ajaran Jawa yang begitu kental. Sehingga pendidikan agama secara praktek bukan untuk menyatukan pola pikir peserta didik, namun memberi kesempatan peserta didik untuk mempraktekan ajaran agamanya sesui dengan kenyataan di lingkungannya. Pendidik pelajaran agama islam harus mendidik peserta didik untuk menjadi manusia yang mampu memecahkan masalah, segala masalah dikaitkan dengan aturan-aturan dan tata perintah agama. Karena pada kenyataannya masyarakat yang ada di luar sana’ merupakan masyarakta heterogen, jika peserta didik diarahkan pada pola pikir homogen maka akan melahirkan manusia fanatis yang buta atau akan membuat peserta didik tidak nyaman karena tidak sesuai dengan doktrin-doktrin yang ia terima dari rumah atau lingkungannya.